DOBI OP 125 011935 A Medium2 300x199 Batik Cirebon – Pengertian Dan Sejarah Seni Batik

Pusat Grosir Batik Trusmi Cirebon

 

Batik Cirebon – Pengertian Dan Sejarah Seni Batik

Batik Cirebon adalah penulisan gambar pada media apapun sehingga terbentuk sebuah corak dan seni. Untuk pengertian batik Menurut bahasa sendiri berasal dari bahasa Jawa “amba” yang berarti menulis dan “titik”. Kata batik merujuk pada kain dengan corak yang dihasilkan oleh bahan “malam” (wax) yang diaplikasikan ke atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna (dye), atau dalam Bahasa Inggris disebut “wax-resist dyeing“.

Menurut Sejarah Batik Cirebon secara turun temurun dari nenek moyang kita zaman dahulu mengatakan bahwa membatik (membuat Batik) adalah keterampilan yang kemudian menjadi mata pencaharian bagi kaum perempuan remaja dan dewasa waktu itu. Pada masa ini kondisi pembuatan Batik Cirebon masih masuk dalam taraf manual (menggunakan tangan) atau disebut dengan istilah Canthing. Sebelum akhirnya masuk zaman lebih modern yaitu ditemukannya pembuatan Batik Cirebon dengan media cap atau mesin. Untuk pembuatan Batik Cirebon menggunakan media cap inilah memungkinkan peranan laki-laki untuk turut terjun didalamnya.

Pengertian Dan Sejarah Seni Batik

Batik Cirebon Trusmi – Untuk batik dengan media kain pada proses pembuatannya terdapat beberapa langkah yang harus dikerjakan dalam pembuatan Batik Cirebon, diantaranya :

1. Pemotongan bahan baku (mori) sesuai dengan kebutuhan.
2. Mengetel : menghilangkan kanji dari mori dengan cara membasahi mori tersebut dengan larutan : minyak kacang, soda abu, tipol dan air secukupnya. Lalu mori diuleni setelah rata dijemur sampai kering lalu diuleni lagi dan dijemur kembali. Proses ini diulang-ulang sampai tiga minggu lamanya lalu di cuci sampai bersih. Proses ini agar zat warna bisa meresap ke dalam serat kain dengan sempurna.

3. Nglengreng : Menggambar langsung pada kain.

4. Isen-isen : memberi variasi pada ornamen (motif) yang telah di lengreng.

5. Nembok : menutup (ngeblok) bagian dasar kain yang tidak perlu diwarnai.

6. Ngobat : Mewarnai Batik yang sudah ditembok dengan cara dicelupkan pada larutan zat warna
.
7. Nglorod : Menghilangkan lilin dengan cara direbus dalam air mendidih (finishing).

8. Pencucian : setelah lilin lepas dari kain, lalu dicuci sampai bersih dan kemudian dijemur.

Menurut para sejarah seni budaya Indonesia khususnya di bidang Batik mengatakan bahwa terdapat beberapa pendapat yang berkembang mengenai asal muasal Batik Cirebon.